Senin, 26 April 2010

laporan pH asam dan basa

I.  TUJUAN
·         Menentukan Ph larutan asam,basa dan garam.
·         Mengukur kelarutan hirolisis relatif dari beberapa ion.
II. LANDASAN TEORI
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.
            Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat), dan ada pula yang merujuk pada kata potential. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif".
pH didefinisikan sebagai minus logaritma dari aktivitas ion hidrogen dalam larutan berpelarut air. pH merupakan kuantitas tak berdimensi.pH umumnya diukur menggunakan elektroda gelas yang mengukur perbedaan potensial E antara elektroda yang sensitif dengan aktivitas ion hidrogen dengan elektroda referensi.
Perbedaan antara pH larutan X dengan pH larutan standar bergantung hanya pada perbedaan dua potensial yang terukur. Sehingga, pH didapatkan dari pengukuran potensial dengan elektroda yang dikalibrasikan terhadap satu atau lebih pH standar. Suatu pH meter diatur sedemikiannya pembacaan meteran untuk suatu larutan standar adalah sama dengan nilai pH(S). Nilai pH(S) untuk berbagai larutan standar S diberikan oleh rekomendasi IUPAC. Larutan standar yang digunakan sering kali merupakan larutan penyangga standar. Dalam prakteknya, adalah lebih baik untuk menggunakan dua atau lebih larutan penyangga standar untuk mengijinkan adanya penyimpangan kecil dari hukum Nerst ideal pada elektroda sebenarnya. Oleh karena variabel temperatur muncul pada persamaan di atas, pH suatu larutan bergantung juga pada temperaturnya.
Pengukuran nilai pH yang sangat rendah, misalnya pada air tambang yang sangat asam, memerlukan prosedure khusus. Kalibrasi elektroda pada kasus ini dapat digunakan menggunakan larutan standar asam sulfat pekat yang nilai pH-nya dihitung menggunakan parameter Pitzer untuk menghitung koefisien aktivitas
pH merupakan salah satu contoh fungsi keasaman. Konsentrasi ion hidrogen dapat diukur dalam larutan non-akuatik, namun perhitungannya akan menggunakan fungsi keasaman yang berbeda. pH superasam biasanya dihitung menggunakan fungsi keasaman Hammett, H0.Umumnya indikator sederhana yang digunakan adalah kertas lakmus yang berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila keasamannya rendah. Selain menggunakan kertas lakmus, indikator asam basa dapat diukur dengan pH meter yang bekerja berdasarkan prinsip elektrolit / konduktivitas suatu larutan.
Menurut definisi asli Sørensen [2], p[H] didefinisikan sebagai minus logaritma konsentrasi ion hidrogen. Definisi ini telah lama ditinggalkan dan diganti dengan definisi pH. Adalah mungkin untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen secara langsung apabila elektroda yang digunakan dikalibrasi sesuai dengan konsentrasi ion hidrogen. Salah satu caranya adalah dengan mentitrasi larutan asam kuat yang konsentrasinya diketahui dengan larutan alkali kuat yang konsentrasinya juga diketahui pada keberadaan konsentrasi elektrolit latar yang relatif tinggi. Oleh karena konsentrasi asam dan alkali diketahui, adalah mudah untuk menghitung ion hidrogen sehingga potensial yang terukur dapat dikorelasikan dengan kosentrasi ion. Kalibrasi ini biasanya dilakukan menggunakan plot Gran.[10] Kalibrasi ini akan menghasilkan nilai potensial elektroda standar, E0, dan faktor gradien, f, sehingga persamaan Nerstnya berbentuk. Perbedaan antara p[H] dengan pH biasanya cukup kecil. Dinyatakan bahwa[11] pH = p[H] + 0,04. Pada prakteknya terminologi p[H] dan pH sering dicampuradukkan dan menyebabkan kerancuan.
( Charles Keenan.1984:23)
pOH kadang-kadang digunakan sebagai satuan ukuran konsentrasi ion hidroksida OH−. pOH tidaklah diukur secara independen, namun diturunkan dari pH. Konsentrasi ion hidroksida dalam air berhubungan dengan konsentrasi ion hidrogen berdasarkan persamaan
[OH−] = KW /[H+]
dengan KW adalah tetapan swaionisasi air. Dengan menerapkan kologaritma:
pOH = pKW − pH.
Sehingga, pada suhu kamar pOH ≈ 14 − pH. Namun hubungan ini tidaklah selalu berlaku pada keadaan khusus lainnya.
Asam dan Basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan sifat asam Basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral. Asam dan Basa memiliki sifat-sifat yang berbeda, sehingga dapat kita bisa menentukan sifat suatu larutan. Untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa, ada beberapa cara. Yang pertama menggunakan indikator warna, yang akan menunjukkan sifat suatu larutan dengan perubahan warna yang terjadi. Misalnya Lakmus, akan berwarna merah dalam larutan yang bersifat asam dan akan berwarna biru dalam larutan yang bersifat basa. Sifat asam basa suatu larutan juga dapat ditentukan dengan mengukur pH-nya. pHmerupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan basa memiliki pH lebih dari 7, sedangkan larutan netral memiliki pH=7. pH suatu larutan dapat   ditentukan dengan indikator pH atau dengan Ph meter.
( Ralph H Petrucci.1987)
            Sejak berabad-abad yang lalu, pakar kimia mendefinisikan asam dan basa berdasar sifat larutannya. Larutan asam memiliki rasa masam dan bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lain). sedangkan basa berasa agak pahit dan bersifat kaustik ( licin).
Namun ada beberapa pendapat yang menjelaskan penyebab sifat asam dan basa. Pada tahun 1777, Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) mengemukakan bahwa asam mengandung unsur oksigen. Davy kemudian menyimpulkan bahwa unsur hidrogenlah yang merupakan unsur dasar asam. Kemudian tahun 1814 Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) menyimpulkan bahwa asam adalah suatu zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lain.
Namun konsep/pendapat yang cukup memuaskan, dan dapat diterima hingga saat ini dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927), yaitu :
asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. dengan kata lain, pembawa sifat asam adalah ion H+. dan dirumuskan dengan
HxZ(aq)---------»xH+(aq) + Zx-(aq)
basa adalah zat yang dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). dengan kata lain, pembawa sifat basa adalah (OH-). dan dirumuskan dengan
M(OH)x(aq)---------»Mx+(aq) + xOH-(aq)
( Hiskia,Ahmad.1998:15)
Garam seperti itu merupakan elektrolit kuat terurai menjadi kation dan anion pembentuknya.pengionannya dalam air tidak mengubah jumlah ion H+ atau ion OH- sehingga [ H+] tetap = 10-7.Dengan demikian larutan garam tersebut mempunyai pH = 7.
Ex.Garam KCl,NaCl,dll.
garam – garam yang termasuk kedalam golongan ini mempunyai pH = 7, karena garam tersebut akan terhidrolisis sehingga mengubah [H+] atau [OH-].Bila asamnya lebih kuat daripada basanya maka pH > 7.Untuk garam yang berasal dari asam dan basa lemah bias didapat pH = 7 yaitu asam dan basa tersebut sama kuat atau Ka = Kb.
Garam dari asam  kuat dan basa lemah,ex,NH4Cl
[ H + ] = √Kw/Kb x Cg
pH     = ½ ( pKw + pCg – pKb )
Garam dari basa kuat dan asam lemah,ex.NaCH3COO
[ H+] = √Kw/Ka x Cg
pOH = ½ ( Pkw + pCg – pKa )
Garam dari asam lemah dan basa lemah,ex.NH4CH3COO
[ H+] = √Kw/Kb x Ka
pH  = ½ ( pKw + pKa – pKb
(Nesbah.2010)
III. pelaksanaan percobaan
3.1.      Alat dan bahan
Bahan
Alat
Asam klorida
Tabung reaksi 20 ml
Natrium hidroksida
Labu ukur 25 ml
Asam asetat
Timbangan teknis
Natrium asset
Ttimbangan analitik
Asam sulfat
Kertas PH indicator universal
Ammonium khlorida

Natrium khlorida

K2PO4


3.2.      Prosedur Kerja
1.    bersihkan 10 tabung reaksi dengan attak dan air sampai bersih.
2.    pindahkan 2 ml larutan yang telah disediakan kedalam massing-masing tabung reaksi, kemudian tentukan PH larutan dengan menggunakan kertas PH indicator universal.
3.    hitung kosentrasi masing-masing larutan tersebut.

IV. Hasil dan Pembahasan
4.1.   Hasil
No
Nama larutan
pH
Konsentrasi
1
Asam Sulfat (H2SO4)
1

2
Asam klorida (HCl)
4

3
Natrium Hidroksida (CH3COONa)
13

4
Nattium khlorida (NaCl)
7

5
Natrium Asetat (CH3COONa)
9

6
Amonium klorida (NH4Cl)
7

7
K2PO4 (dikalium Hidrogen Phospat)
11


Hasil Perhitungan Konsentasi                     
1.         Diketahui Ph H2SO4 adalah 1.
Hitunglah konsentrasi larutan H2SO4 tersebut!
Penyelesaian :
PH = 1
[H+] = 1 – log 1 = - log 10-1
                          = 10-1 M = 0,1 M

2.         Diketahui PH larutan HCL adalah 4.
Tentukan konsentrasi dari larutan HCL tersebut!
Penyelesaian :
PH = 4

[H+] = 4 – log 1 = - log 10-4
[H+] = 10-4 M = 0,0001 M

3.         Diketahui PH larutan NaOH adalah 13.
Tentukan konsentrasi larutan NaOH tersebut!
Penyelesaian :
PH = 13
PH = 14 – POH
POH = 14 – PH
         = 14 – 13 = 1
POH = 1 – log 1 = - log 10-1
[OH-] = 10-1 M = 0,1 M

4.         Diketahui PH larutan NaCl adalah 7.
Tentukan konsentrasi larutan NaCl tersebut!
Penyelesaian :
PH = 7
Larutan ini bersifat netral, sehingga konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-7 M.. Natrium klorida merupakan garam dari basa kuat dan asam kuat. Garam seperti ini merupakan elektrolit kuat terurai menjadi kation dan anion pembentuknya.

5.         Diketahui PH larutan CH3COONa adalah 9.
Tentukan kosentrasi larutan CH3COONa tersebut!
Penyelesaian ;
PH = 9
PH = 14 – POH
POH = 14 – PH
         = 14 – 9 = 5
POH = 5 – log 1 = - log 10-5
[OH-] = 10-5 M = 0,00001 M
[OH-]

(10-5)2 =  10-14/ 10-5 x Mg
Mg = 10-10/ 10-9 =10-1 M = 0,1 M

6.            Diketahui PH larutan NH4CL adalah 7.
Tentukan konsetrasi larutan NH4CL tersebut!
Penyelesaian :
PH = 7
larutan ini bersifat netral, sehingga konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-7 M.. Amonium klorida merupakan garam dari basa kuat dan asam kuat. Garam seperti ini merupakan elektrolit kuat terurai menjadi kation dan anion pembentuknya.
7.         Diketahui PH larutan K2HPO4 adalah 11.
Tentukan kosentrasi larutan K2HPO4 tersebut!
Penyelesaian :

PH = 11
            POH = 14 – 11 = 3 = 3 - log 1
                                           = - log 10-3
           [OH-] = 10-3
           [OH-] =  
          (10-3)2   = 10-14 /10-5  X Mg
          10-6  = 10-9  x Mg
         Mg  = 103 M = 1000 M

4.2.   Pembahasan
            Dalam hasil percobaan, pada tabung reaksi I dimasukkan asam sulfat. PH asam sulfat didapat 1. Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan asam sulfat ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi sehingga indicator mengalami perubahan warna kemudian dicocokkan ke dalam table ph asam-basa.Maka didapatkan ph 1 dan dihitung konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-1. Dari percobaan yang diperolah terbukti bahwa asam sulfat bersifat asam kuat dimana pH yang diperoleh yaitu 1.
            Pada tabung reaksi II dimasukkan Asam klorida. PH Asam klorida didapat 4. Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan Asam klorida ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi sehingga indicator mengalami perubahan warna kemudian dicocokkan ke dalam tabel ph asam-basa. Maka didapatkan pH 4 dan dihitung konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-4.. Asam klorida merupakan larutan asam kuat dimana Ph yang di peroleh yaitu < 7. Dalam percobaan diperoleh Ph 4. 
            Pada tabung reaksi III dimasukkan Natrium Hidroksida. PH Natrium Hidroksida didapat 13. Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan Natrium Hidroksida ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi, sehingga indicator mengalami perubahan warna kemudian dicocokkan ke dalam tabel ph asam- basa. Maka didapatkan pH 13 dan dihitung konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-1 M.. Natrium Hidroksida merupakan merupakan larutan basa kuat dimana Ph yang di peroleh yaitu > 7.Dalam percobaan diperoleh pH 13. 
            Pada tabung reaksi IV dimasukkan Natrium Klorida. PH larutan Natrium klorida didapat 7.Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan Natrium klorida ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi sehingga indicator mengalami perubahan warna kemudian dicocokkan ke dalam tabel ph asam basa. Maka didapatkan pH 7 dan larutan ini bersifat netral, sehingga konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-7..Natrium klorida merupakan larutan garam yang merupakan garam dari asam kuat dan basa kuat. Garam seperti merupakan elektrolit kuat terurai menjadi kation dan anion pembentuknya.
            Pada tabung reaksi V dimasukkan Natrium Asetat. PH Natrium Asetat didapat 9. Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan Natrium  Asetat ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi, sehingga indicator mengalami perubahan warna kemudian dicocokkan ke dalam tabel pH asam- basa. Maka didapatkan pH 9, dan dihutung konsentrasinya yaitu 10-1 M. Natrium Asetat merupakan garam dari basa kuat dan asam lemah.
            Pada tabung reaksi VI dimasukkan Amonuim klorida. PH Amonium klorida didapat 7. Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan Amonium klorida ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml, kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi sehingga indicator mengalami perubahan warna kemudian dicocokkan ke dalam tabel ph asam-basa. Maka didapatkan pH 7, dan larutan ini bersifat netral, sehingga konsentrasi yang diperoleh yaitu 10-7 M.. Amonium klorida merupakan garam dari basa kuat dan asam kuat. Garam seperti ini merupakan elektrolit kuat terurai menjadi kation dan anion pembentuknya.
            Pada tabung reaksi VII dimasukkan Dikalium Hidrogen Phospat. pH Dikalium Hidrogen Phospat didapat 11. Hal ini didapat dengan menggunakan indicator universal dengan cara memasukkan larutan Dikalium Hidrogen Phospat ke dalam tabung reaksi kira – kira 2 ml kemudian masukkan indicator universal ke dalam tabung reaksi sehingga indicator mengalami perubahan warna, kemudian dicocokkan ke dalam tabel ph asam-basa. Maka didapatkan pH 11 dan dihitung konsentrasi yang diperoleh yaitu 103 M.. Dikalium Hidrogen Phospat merupakan larutan garam.
BEBERAPA APLIKASI ASAM, BASA,dan GARAM
·         Hujan Asam
Gas-gas sisa, baik yang berasal dari kendaraan bermotor atau pabrik, mengandung gas belerang dioksida dan nitrogen oksida. Gas-gas ini dilepas ke udara sehingga menimbulkan polusi. Gas-gas tersebut juga larut dalam titik-titik air di awan sehingga membentuk larutan asam sulfat dan asam nitrat. Ketika terjadi hujan, larutan-larutan ini bercampur dan turun bersama hujan. Inilah yang dinamakan dengan hujan asam.
Hujan asam merugikan manusia dan lingkungan. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam:hujan asam dapat menyebabkan matinya tumbuhan dan ikan. Asam yang terdapat dalam air hujan dapat bereaksi dengan mineral dalam tanah. Tumbuhan menjadi kekurangan mineral sehingga mati atau tidak tumbuh dengan baik. Hujan asam juga dapat melarutkan alumunium dari mineral dalam tanah dan bebatuan, kemudian menghanyutkannya ke sungai sehingga dapat meracuni ikan dan mahluk air lainnya.
Hujan asam yang bereaksi dengan logam dapat merusak jembatan, mobil, kapal laut, dan rangka bangunan. Hujan asam dapat merusak bangunan (gedung/ rumah) yang terbuat dari batu kapur
·         ASAM, BASA DAN GARAM        
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan rasa pahit, getir, asam, asin dan manis pada makanan atau minuman yang kita cicipi, bukan? Pada dasarnya rasa makanan, minuman atau zat tertentu yang terasa asam, pahit, getir, asin dan manis disebabkan karena sifat zat tersebut, yaitu sifat yang berkaitan dengan asam, basa dan garam. Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan sebagai basa. Namun, tidak semua yang mempunyai rasa pahit merupakan basa. Basa dapat dikatakan sebagai lawan dari asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dengan basa kita sebut garam. Adapun rasa manis terkait dengan kehadiran sifat asam dan basa secara bersama-sama.Untuk memperoleh pengetahuan tentang sifat asam, basa dan garam suatu zat lebih jauh lagi,
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.   Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan yang kami lakukan adalah sebagai berikut ;
v       Ada dua cara untuk mengetahui keasaman suatu larutan yaitu :
1.    Total keasaman adalah kesaman yang dapat dititrasi dengan basa.
2.    Konsentrasi ion hydrogen bebas dalam larutan.
v       Ph untuk menentukan konsentrasi ion hydrogen bebas dalam suatu larutan yaitu :
Ø  -log dari konsentrasi ion hydrogen yang dinyatakan dalam mol per liter larutan
           pH = - log [ H +]
v      POH untuk menentukan konsentrasi ion OH bebas dalam suatu larutan yaitu :
         -log dari konsentrasi ion OHyang dinyatakan dalam mol per liter larutan.
         pOH = - log [ OH ]
v     pH larutan asam lemah
Ø  Ka = [ H+]2 / Ma
Ø  [H+] = √Ka x Ma
Ø  pH = ½ (pka + pMa)
v    pH larutan basa lemah
Ø  [OH-] =√Kb x Mb
Ø  pH    = ½ ( Pkb x PMa )
v   Ph larutan garam
      Garam dari asam  kuat dan basa lemah,ex,NH4Cl
      [ H + ] = √Kw/Kb x Mg
       pH     = ½ ( pKw + pMg – pKb )
5.2.   Saran
·         Sebaiknya praktikan harus mengerti apa yang dilakukan dalam praktikum.
·         Sebaiknya praktikan harus tertib dalam melakukan praktikum.





Daftar Pustaka
Ahmad, Hiskia.1998.Kimia Larutan. Bandung : Citra Aditia Bakti
Keenan,Charles W.1984.Kimia Untuk Universitas edisi keenam Jilid.1. Jakarta : Erlangga
Nesbah.2010.Penuntun Praktikum Kimia Dasar II. Bengkulu: UNIB
Petrucci,Ralph H – Suminar.1987.Kimia Dasar edisi empat jilid II. Jakarta : Erlangga





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar